Kosongempat’s Weblog

Alumni Budi Luhur Angkatan 04

Hubungan Flu Burung, KB, sampai Palestina

Kontrol populasi merupakan praktek paling dasar dari seluruh Konspirasi NWO yg diadopsi dari Ritual kaum Pagan. Praktek ini sangat banyak jenis ragamnya. Dari praktek secara Sukarela seperti misalnya program KB, kondomisasi hingga praktek pemaksaan berupa perang & Ethnic Cleansing termasuk bidang Kesehatan, Makanan dan Konspirasi Penyakit (misalnya Flu Burung) dan Proyek Kemiskinan yang bisa kita buktikan terjadi sehari-hari didepan mata kita. Bahkan kaum Pagan sudah mematok awal program yang akan mengurangi jumlah umat manusia secara drastis ini pada Desember 2012. (lihat http://www.december212012. com )

Anda tentu masih ingat dengan isu panas mengenai Proyek Namru-2 beberapa bulan lalu. Siti Fadilah Supari adalah orang Indonesia pertama dalam beberapa dekade ini yang berani menentang kepentingan Amerika Serikat. Ia menjadi Soekarno di tahun 1960-an. Presiden pertama Indonesia itu dengan gagah berani berteriak, “Go to hell”, kepada Amerika. “Pergilah ke neraka, Amerika.”

“Saya berjuang sendiri. Tapi ini sebuah ketidak-adilan yang bisa menuju pada kehancuran,”‘ kata Siti. Betul, ia memang sendiri. Lebih 500 anggota DPR diam saja. Begitu pula anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang lebih sibuk kasak-kusuk untuk memperbesar kekuasaan. Tak ada dukungan pers, tak ada dukungan politisi, cendekiawan, atau siapa pun. Lihat betapa sulitnya tak mau menjadi antek di sebuah komunitas antek. Continue reading

April 1, 2009 Posted by | berita, Sekitar Kita, Umum | , , , , , , | 5 Comments

Alasan kenapa gw GOLPUT.

Sudah kita ketahui bersama, seberapa besar kekayaan negara tercinta kita indonesia, sudah kita ketahui juga apa yang sedang melanda negara tercinta kita indonesia, dari kemiskinan, kebodohan, ego, sampai dengan kehormatan sang dewan terhormat yang dijual dengan harga yang amat rendah. Disisi lain tidak jarang juga kemiskinan itu ada diantara kita, lalu dimana kita saat tetangga kita kelaparan? Dimana kita saat tetangga kita sakit tanpa punya uang? Apa yang kita lakukan dengan kondisi yang demikian? Continue reading

January 14, 2009 Posted by | Umum | , , , , , , , | 23 Comments

Tahun baru itu

Tidak seperti malam-malam biasanya, istriku malam ini begitu sedih, dia menangis jauh sekali dalam haru. Beberapa kali dia juga terkaget dan kembali menangis lebih haru. Ketika ku tanyakan “kenapa kamu menangis? ” dia menjawab, “kembang api itu mengingatkan ku pada palestin” , ternyata ia jadi teringat akan penderitaan anak-anak, para ibu dan wanita, orang-orang tua, dan warga lain disana. Ketika kembang api itu begitu disorak-sorakan disini, tapi keadaan yang sangat berbeda terjadi di negeri lain, di kiblat pertama umat islam, di palestina. Continue reading

January 5, 2009 Posted by | Umum | , , , , , , , , | 7 Comments

Lokasi Arisan Ke-2 Kita

Berhubung arisan pertama gw yang dapet jadi sesuai dengan kesepakatan dari awal berarti arisan berikutnya diadakan dirumah Orang tua gw. Letaknya ga terlalu jauh dengan Kampus tapi kalo jalan lumayan sih…

Berikut ini peta yang mungkin bisa membantu temen-temen biar nda nyasar : Continue reading

December 3, 2008 Posted by | Umum | , , , | 29 Comments

Manangis malu karenannya.

Kematian Hati
oleh :
(alm) K.H. Rahmat ‘Abdullah

Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang
mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang
yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa
hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia
perlakukan Tuhannya.

Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama.
Dingin, kering dan hampa,tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak
disyukuri. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk
berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH
berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap
ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar
perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.
Continue reading

December 1, 2008 Posted by | Religi, Sekitar Kita | , , , , | 3 Comments

Dibalik bau itu….

beberapa hari lalu dimilis ada yang kirim ini n kayaknya kita juga belum banyak yang tahu, baca artikel ini sampai dengan selesai karena diakhir postingan ada hal yang paling penting dan harus kalian baca….

Pete tu mengandung 3 macam gula alami yaitu sukrosa , fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Nah..kombinasi ini , ternyata bikin kita jadi sangat bertenaga! *wah buat maniak pete , bakal makin semangat ni ngeborong pete , ki’5 , tapi tunggu..sabar. .sabar…baca dulu artikelnya mpe abis yak☺* Continue reading

November 20, 2008 Posted by | Kuliner | , , | 38 Comments

Si DIA jangan sampai Mandi Bola

Dear all.. aku mau sharing aja ini kejadian baru nimpa anak bekas tetangga di bandung .. Tapi aku cuma cerita garis besarnya aja karena secara detil ngga banyak tanya krn ibunya masih stress .. jadinya ga tega.

Pas hari libur, sabtu/minggu pasti seperti biasa pasti orang tua pingin ajak anaknya main.. tetanggaku dia ajak anak perempuannya umur 3,5th mandi bola di BSM ( Bandung ). Ngga ada feeling apa2.. anaknya senang main2.

Setelah itu besoknya dia masih sekolah (Pre-School) spt biasa.. ngga ada tanda2 apapun. Tapi tiba2 hari ke 4 setelah dia mandi bola itu, tanpa gejala apapun, tau2 dia ngga bisa jalan.. anak-nya pun ngga mengeluh ada gejala sakit apapun.. dia cuma nanya dengan polosnya ke ibunya “mama.. kok Riska ngga bisa jalan ya ma”… Continue reading

October 21, 2008 Posted by | Sekitar Kita | , , | 15 Comments

Ayo, spik ap!!!

Karena tanggal kita berkumpul untuk bicarain tentang Arisan kita sudah sangat dekat, sekedar untuk ingin tau aja tentang gambaran arisan di mata temen2 semua seperti apa, jadi isi ya polling nya…..

October 16, 2008 Posted by | polling, Umum | , , | 10 Comments

Matematika Dapat Membantu Menyembuhkan Leukemia

Anak Dalam Tahap Lanjut Leukemia

Sumber : http://www.greendiary.com

Ketika banyak anak-anak mengeluh bahwa matematika di sekolah sulit dan tidak banyak berguna bagi kehidupan nyata, maka jawaban baru yang dikemukakan saat ini adalah bahwa dengan matematika kita dapat menyembuhkan kanker.

Dalam penelitian terbaru yang mengkombinasikan matematika dan ilmu kedokteran, para peneliti telah menemukan bahwa pasien dengan Leukemia Mielositik /Granulositik Kronik (LMK) dapat disembuhkan dengan pemberian vaksin kanker yang optimal, dimana waktu diberikannya akan tergantung dari respon kekebalan tubuh masing-masing.

Di dalam jurnal PLoS Computational Biology edisi Juni tanggal 20 kemarin, profesor matematika Doron Levy dari Universitas Maryland, profesor di bidang hematologi Peter P. Lee dari Fakultas Kedokteran Stanford, dan Dr. Peter S. Kim, Ecole Superieure d’Electriciter (Gif-sur-Yvette, France), menjelaskan bahwa mereka telah berhasil menciptakan sebuah rumus matematika yang dapat memprediksikan respon kekebalan anti-leukemia pada pasien dengan LMK yang menggunakan obat imatinib. Respon kekebalan tubuh ini dapat distimulasi dengan suatu cara yang mungkin dapat memyembuhkan leukemia.

“Dengan mengkombinasikan data baru biologi dan rumus matematika, kami menemukan aturan untuk menciptakan suatu terapi yang dapat menyesuaikan diri dengan spesifikasi masing-masing pasien,” kata Levy. “Berikan kami 1000 pasien dan dengan rumus matematika ini, kami dapat memberikan anda 1000 rencana terapi yang berbeda.”

Matematika dan Leukemia

Pernikahan antara ilmu matematika dan biologi ini hanyalah awal dari perkembangan terbaru di dunia kedokteran, masih banyak lagi perhitungan-perhitungan lainnya untuk membantu mengerti bagaimana leukemia terjadi dan perkembangannya. Penelitian Levy, Lee, dan Kim berbeda perhitungan dalam hubungannya dengan efek dari obat imatinib, obat yang telah berhasil membuat remisi pada pasien LMK.

Mereka ingin melihat apakah mereka dapat membangun suatu model matematika, atau seperangkat aturan yang dapat meningkatkan kemungkinan untuk remisi pada masing-masing pasien penderita leukemia. Selama jangka waktu 4 tahun, laboratorium Lee mengumpulkan data dari pasien LMK, mengukur kadar kekuatan dari respon kekebalan tubuh mereka, dalam bentuk jumlah dan aktivitas dari sel T anti-leukemia, pada waktu yang berbeda selama terapi imatinib.

“Hasil yang kami peroleh menggambarkan bahwa bukan hanya obat yang membuat remisi leukemia, namun juga respon kekebalan tubuh alami,” kata Levy. “ Setelah memulai pengobatan dengan imatinib, respon kekebalan anti-leukemia di tubuh secara perlahan-lahan meningkat. Meskipun begitu, respon anti-leukemia di tubuh akan melemah setelah mencapai puncaknya. Hal ini sering terjadi di dalam terapi.”

“Sel Leukemia masih tetap ada, namun dalam jumlah yang minimal yang dapat menyebabkan respon kekebalan tubuh menurun. Sayangnya, waktu ini adalah saat yang sangat tepat bagi sel kanker untuk menjadi sel yang resisten (kebal) obat dan membuat terapi menjadi tidak efektif.”

Waktu Terbaik untuk Respon Kekebalan Tubuh

Selain data klinis dari Lee mengenai kekebalan tubuh, model matematika yang dibuat oleh Levy menyatakan bahwa kekebalan tubuh pasien sebaiknya di “boosted” pada waktu respon kekebalan tubuhnya mulai melemah. Stimulasi dapat diambil dalam bentuk vaksin kanker, dimana darah pre-terapi dari pasien diambil dan dilakukan radiasi untuk mematikan sel kanker aktif, kemudian dimasukkan kembali ke tubuh pasien. Suatu stimulasi yang sangat kuat dalam hal sistim kekebalan tubuh dilakukan secara in vitro di dalam laboratorium Lee.

“Pendekatan matematika ini menunjukkan bahwa sangat penting untuk menghubungkan antara vaksin kanker dengan profil kekebalan tubuh di masing-masing individu,” kata Levy. “Stimulasi matematika menyatakan bahwa vaksin yang diberikan pada permulaan bulan sebelum terapi dimulai tidak akan ada efeknya dalam perkembangan penyakit, sebaliknya, waktu pemberian vaksin yang tepat dapat menyembuhkan penyakit.”

Terapi Pengobatan Individu

Dinamika dari kekebalan tubuh pasien berbeda-beda. Disinilah matematika dapat berperan, kata Levy,”Kita dapat menemukan aturan yang dapat diaplikasikan pada masing-masing pasien. Kita dapat mengukur parameter pasien untuk menemukan dosis mana yang paling efektif. Matematika menyediakan peralatan yang dibutuhkan untuk menyesuaikan pengobatan kepada pasien.”

“Sementara beberapa parameter dapat diukur di laboratorium, model matematika membantu kita mengerti mekanisme mengontrol penyakit dan menunjukkan bagaimana cara menggunakan pengetahuan tersebut untuk keuntungan kita.”

September 22, 2008 Posted by | Kesehatan | , | 7 Comments

Sambutan untuk mu pekerja muda

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku
dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku saat pulang
dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia
selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat
begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata kepada diri
sendiri :

“Alangkah sabarnya mereka….setiap hari begitu…benar- benar mengherankan!

“Aku belum tahu bahwa disitulah kebahagiaan orang mukmin dan itulah
shalat orang orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk
munajat kepada Allah.

Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang
matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal
berbagai nasehat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah
tamat dari pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kotaku.

Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak
ringan menanggung beban sebagai orang terasing.

Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an.
Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku
benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami
nikmati. Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol.. Di
samping menjaga keamanan jalan,tugasku membantu orang-orang yang
membutuhkan bantuan.

Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan
tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku
bingung dan sering melamun sendirian …. banyak waktu luang …
pengetahuanku terbatas.

Aku mulai jenuh … tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku
sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya
kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk
penganiayaan lain.

Aku bosan dengan rutinitas.. Sampai suatu hari terjadilah sebuah
peristiwa yang hingga kini tak pernah aku lupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas
disebuah pos jalan..

Kami asyik ngobrol … tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara
benturan yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan. Ternyata, Continue reading

September 12, 2008 Posted by | Umum | 8 Comments