Kosongempat’s Weblog

Alumni Budi Luhur Angkatan 04

Pangandaran – Batu Karas – Green Canyon

huaa…senangnya…
akhirnya jadi juga ke Pangandaran..10-11 April 2009 kemaren.

Berikut itinerary perjalanan ke Pangandaran dan Green Canyon.
rimg_1964Tujuan pertama berangkat dari Ciledug ke pool bis Budiman di Cikokol-Tangerang, milih yang deket aja dan menurut hasil searching di mbah google dari Cikokol ada bis Budiman yang langsung ke Pangandaran. Ternyata eh ternyata, karena libur pemilu kali ini puanjang, jadi bis Budiman yang biasanya ada banyak berkurang jadi 2 bis aja yang beroperasi. Itupun cuma sampe Banjar bukan Pangandaran.

Akhirnya banting stir, nyewa angkot dari Cikokol ke Kp. Rambutan, lumayan setelah nego2  sama supirnya dapet harga IDR 110.000. Lagi-lagi, di Kp. Rambutan, karena libur panjang bis-bis di Kp.Rambutan yang ke arah Pangandaran Ludes semua tinggal beberapa bis yang ke Banjar dan Banjarsari. Akhirnya daripada nggak berangkat, naek juga bis Bahagia Utama non AC (IDR 60.000)-not recomended. Berangkat dari Kp. Rambutan 22.30 sampe Banjar sari 05.20, terus dari Banjarsari 05.55 masih harus naek bis 3/4 jurusan Tasik – Cijulang (IDR 10.000) turun di Pangandaran jam 06.50. Huff… akhirnya sampe juga Pangandaran. Woaahh…senangnya selamat sampe tujuan..

Continue reading

Advertisements

April 30, 2009 Posted by | berita, Traveling | , | 32 Comments

Hubungan Flu Burung, KB, sampai Palestina

Kontrol populasi merupakan praktek paling dasar dari seluruh Konspirasi NWO yg diadopsi dari Ritual kaum Pagan. Praktek ini sangat banyak jenis ragamnya. Dari praktek secara Sukarela seperti misalnya program KB, kondomisasi hingga praktek pemaksaan berupa perang & Ethnic Cleansing termasuk bidang Kesehatan, Makanan dan Konspirasi Penyakit (misalnya Flu Burung) dan Proyek Kemiskinan yang bisa kita buktikan terjadi sehari-hari didepan mata kita. Bahkan kaum Pagan sudah mematok awal program yang akan mengurangi jumlah umat manusia secara drastis ini pada Desember 2012. (lihat http://www.december212012. com )

Anda tentu masih ingat dengan isu panas mengenai Proyek Namru-2 beberapa bulan lalu. Siti Fadilah Supari adalah orang Indonesia pertama dalam beberapa dekade ini yang berani menentang kepentingan Amerika Serikat. Ia menjadi Soekarno di tahun 1960-an. Presiden pertama Indonesia itu dengan gagah berani berteriak, “Go to hell”, kepada Amerika. “Pergilah ke neraka, Amerika.”

“Saya berjuang sendiri. Tapi ini sebuah ketidak-adilan yang bisa menuju pada kehancuran,”‘ kata Siti. Betul, ia memang sendiri. Lebih 500 anggota DPR diam saja. Begitu pula anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang lebih sibuk kasak-kusuk untuk memperbesar kekuasaan. Tak ada dukungan pers, tak ada dukungan politisi, cendekiawan, atau siapa pun. Lihat betapa sulitnya tak mau menjadi antek di sebuah komunitas antek. Continue reading

April 1, 2009 Posted by | berita, Sekitar Kita, Umum | , , , , , , | 5 Comments