Kosongempat’s Weblog

Alumni Budi Luhur Angkatan 04

Radio berbahasa Jawa dari Suriname

Dapet link yang dikirim Nanda katanya sih radio berbahasa Jawa dari di Amerika Latin, Suriname. Tertarik denger kayak apa sih Basa Jawa yang mereka gunakan, buka linknya garuda.dahstream.nl/webplayer.html streamingnya cepat, jernih dan lancar serta tidak putus-putus, jadi serasa dengerin radio dari ponsel. Nggak hanya radio, ada beberapa stasiun tv yang juga berbahasa Jawa.

Pas kebetulan waktu itu iklan kredit motor oleh seorang perempuan. Lucu juga denger Basa Jawanya, mereka pakai Basa Jawa ngoko atau Bahasa Jawa sehari-hari. Dengan aksen Jawa Belanda perempuan yang ada di iklan radio itu menawarkan kredit motor dan mobil yang bisa dicicil sampai 40 bulan lamanya. Tapi ada juga yang pakai Basa Jawa Campur antara ngoko dan Kromo dan logat yang mereka pakai berbeda dengan logat Orang Jawa Indonesia.

Bahasa yang digunakan pun tidak hanya Basa Jawa, tapi ada juga Bahasa Inggris dan Bahasa Belanda. Jadi Radio Garuda menggunakan 3 Bahasa, tetapi yang paling dominan tetap Basa Jawa.

Tertarik dengan bagaimana caranya orang Jawa sampai ke Suriname, lalu aku cari beberapa artikel tentang kedatangan Orang Jawa ke Suriname.

Sejarah Orang Jawa di Suriname

Orang Jawa sendiri termasuk salah satu etnis mayoritas di Suriname dengan persentate 15% menempati posisi kedua setelah etnis Hindustani yang 37%. (wikipedia)

Sejarah Orang Jawa di Suriname di mulai pada sekitar tahun 1890. Pada saat masih jaman kolonial Belanda di Indonesia Orang Jawa ini di kontrak untuk bekerja di perkebunan-perkebunan di Suriname yang pada waktu juga merupakan jajahan Belanda. Mereka di kontrak antara 3 – 5 tahun dan setelah selesai kontrak mereka di beri sebidang tanah untuk dikelola sendiri. Orang Jawa yang ada di Suriname dulunya bukan hanya orang Jawa yang berbahasa Jawa saja, ada juga orang Sumatera, Batak, Madura dan Sunda tetapi kemudian keturunan mereka juga disebut Orang Jawa.

Namun setelah Suriname merdeka dari Belanda tahun 1975 Orang Jawa diberi kebebsan untuk tetap tinggal di Suriname atau pindah ke Belanda. Ada juga sedikit dari mereka yang punya uang kembali ke Jawa. Tapi sebagian besar dari mereka tetap tinggal di Suriname, terus mempertahankan serta mengembangkan budaya Jawa di Suriname sampai sekarang.

Menurut Ketua Parlemen Suriname yang juga merupakan Orang Jawa, saat ini ada sekitar 75.000 – 100.000Menteri Pendidikan, Menteri Sosial, Menteri Pertanian. Menurutnya pula ada sebuah ikatan emosional antara Orang Jawa Suriname dengan Orang Jawa Indonesia, karena mereka sadar betul bahwa asal pendahulu mereka dari Jawa. (Sinar Harapan) Orang Jawa Suriname, beliau yang sempat berkunjung ke Jawa tahun 2006 lalu. Bukan hanya ketua parlemen yang merupakan orang Jawa, tetapi ada 3 menteri lainnya yang juga Orang Jawa, yaitu

Agama

Kebanyakan dari Orang Jawa Suriname menganut Islam karena asal mulanya mereka dari Jawa. Sesampainya mereka di Suriname mereka mendirikan masjid-masjid untuk pelaksanaan ibadah. Tetapi yang agak unik dari Orang Jawa Suriname dulu adalah masjid-masjid yang mereka dirikan menghadap ke Barat. Hal ini karena mereka hanya tau masjid-masjid yang ada di Jawa menghadap ke Barat, dan ketidaktahuan mereka dimana lokasi Ka’bah waktu itu. Tetapi sekarang setelah masuknya pembaruan Islam masjid-masjid sudah tidak lagi menghadap Barat tetapi Timur, walaupun masih ada yang tetap mempertahankan keyakinan mereka serta kepercayaan mereka.

Pernikahan pun pada kali pertama mereka mendarat di Suriname diatur. Mereka tidak boleh menikah dengan orang-orang yang sekapal. Karena mereka menganggap orang-orang sekapal sebagai satu saudara. Tetapi saat ini sudah ada perkawinan campur antar etnis. Keturunan mereka pun sampai saat ini masih menggunakan nama-nama berbau Jawa.

Orang Jawa Suriname Sekarang

Harapan Orang Jawa Suriname saat ini adalah dapat mempertahankan budaya serta mengembangkan kebudayaan Jawa agar terus tumbuh di Suriname. Lebih jauh mereka minta Orang Jawa Indonesia untuk terus mendukung pengembangan budaya ini dengan kerjasama budaya dua negara.

Sumber lain: Asmakmalaikat, www1.sr.net

November 9, 2008 - Posted by | Umum

6 Comments »

  1. Wah kulo derehg nate kisah teng monco negoro menawi wonten kesemptan mesti teng suriname rumiyen pengen panggih sedere 2 teng mriko hehehehehe.

    Comment by Raden Mas Jepri | August 8, 2012 | Reply

  2. saya juga melu pingin ke suriname malah dulu tahun 90 an pernah ditayangkan di tvri ada orang suriname yang namanya sama dengan saya he heh…

    Comment by sukadi | December 12, 2009 | Reply

  3. jadi pengen buktiin langsung di Suriname deh kalo kayak gini…😀

    Comment by dHarto..!! | May 25, 2009 | Reply

  4. Waduh…kapan ya isa ktmu karo dulur soko Suriname???

    Comment by Den Bagus | May 22, 2009 | Reply

  5. Salam kenal. Wach bagus blognya, be smart. And mohon info peluang biz di Suriname terutama daftar nama (email) relasi biz(warga suku Jawa-Suriname) & yang berminat kembangkan bisnis jaringan produk kesehatan K-Link di Suriname sebagai Member/Distributor/Mobile Stockist/Master Stockist di Suriname. Mohon respon balik via email saya: usadaku@gmail.com. Terima kasih

    Comment by Albert Usada | January 31, 2009 | Reply

  6. duh.. udah lama ora basuo n ora ngoment nih..😀 hehehe

    Comment by cutfarathamrin | November 12, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: