Kosongempat’s Weblog

Alumni Budi Luhur Angkatan 04

Jangan mau diatur pekerjaan kita

Tahun ini adalah tahun yang beda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun ini kita menjalankan ibadah puasa bagi yang muslim sebagai seorang pegawai kantoran. Kita jadi merasakan deh gimana rasanya ayah kita mencari uang, bagaimana beliau lelah akan kemacetan saat berangkat ataupun pulang kantor. Tapi mungkin ada beberapa hal yang membedakan gaya bekerja kita dengan orang tua kita, yaitu orang tua kita bekerja dengan tanggungan beberapa orang seperti istri, anak-anak ataupun mungkin beberapa keluarga dari orang tuanya sendiri. Sedangkan kebanyakan dari kita bekerja dengan tanggungan masih diri sendiri. Hal ini yang pernah menjadi tema pembicaraan saya dengan seorang bapak saat melamar pekerjaan, dimana peran istri dan anak terkadang menjadi sebuah “alasan” untuk tidak “idealis” lagi dalam hidup atau dalam bekerja, dengan kata lain terkadang istri dan anak menjadi sebuah alasan untuk beberapa orang berbuat tidak baik dalam bekerja.

Tentunya kita sebagai manusia yang masih berjiwa muda, menentang hal ini. Sebisa mungkin kita harus menjaga ke-“istiqomahan” gaya bekerja kita.  Semestinya kita harus bisa menghargai sang waktu yang masih memberikan kesempatan kita untuk berkarya dengan baik. Tapi terkadang hal ini menjadi sangat sulit ketika kita dihadapkan dengan sebuah kondisi yang memang kita harus mengikutinya biarpun tidak sesuai dengan hati nurani. Saya pun pernah merasakan hal ini, ketika kondisi memaksa kita untuk berbuat curang, bila saja kita berdiam diri dan menerima keadaan ini, maka hal ini bisa saja terulang lagi di kemudian hari… Maka salah satu jalan keluar yang terpikirkan saat itu adalah berhenti.

Hal ini menjadi dilema ketika kita keluar dari satu pekerjaan dan tidak mempunyai pekerjaan lain, dari kejadi ini ada beberapa hal yang bisa dijadikan pelajaran, beberapa diantarannya adalah :

  1. Kita harus selalu mempunyai tabungan.
  2. Jangan sampai pekerjaan mengatur hidup kita.
  3. Karena bekerja bukan hanya soal uang.
  4. Sebisa mungkin jujurlah pada pekerjaan kita.
  5. Saat ini kita sedang menulis sejarah untuk para anak-anak kita nanti, jadi tuliskan hal-hal yang baik untuk diceritakan nanti.
  6. Dekatkan diri pada tuhan, karena tuhan yang akan memutuskan semuanya setelah kita berusaha sekeras mungkin.

Belum lama saya mendengar kata-kata Mario Teguh tentang kebahagiaan yaitu:

“HANYA ORANG BAIK YANG AKAN BAHAGIA”

September 6, 2008 - Posted by | Sekitar Kita, Umum |

6 Comments »

  1. @nanda:
    oh iya maksutnya itu jangan sampe pekerjaan mengatur kehidupan kita, karena kehidupan kita bukan hanya kerja dengan atasan kita tapi masih banyak hal yang mesti kita kerjain baik dikeluarga, lingkungan masyarakat ataupun organisasi tempat kita beraksi….

    Comment by gunsanadi | September 10, 2008 | Reply

  2. Yang pasti sih kerja bukan hanya soal uang, tapi tentang jumlah nomor yang masuk di rekening di setiap bulaanya😛

    Tapi kata2 tentang “hanya orang baik yang dapat bahagia” itu bener2 nusuk banget deh waktu ngedengernya… jadi pingin lebih berusaha untuk menjadi orang baik gitu… biar bisa bahagia dunia wal akhirots…..

    @nanda :
    gimana klo kita buka bareng aja?? untuk kapan n dimana silahkan windarto….

    Comment by gunsanadi | September 10, 2008 | Reply

  3. yup..
    kerja emang butuh kesenangan hati untuk menjalaninya..

    demi mencari sesuap nasi segenggam berlian..

    Comment by dHarto..!! | September 9, 2008 | Reply

  4. Mungkin maksudnya jangan mau diatur sama kerjaan yg tidak sesuai hati nurani kita kali ya, bukannya gak mau diatur sama atasan kan, ntar klo ngunjak malah di pecat lagi.
    Ia banget nih, ini memang pertama kalinya gw kerja di bulan puasa. Jadi kerasa banget gimana gak gampangnya mencari segenggam berlian(ya iyalah).
    Duh miss u all guys…..

    Comment by nanda | September 9, 2008 | Reply

  5. tuuu kn….. bener tok.. curhat mode on.. :p hihi
    tp bener… buanyak bgt hal2 yang menyenamgkan bahkan sangat bertolak belakang baik dengan hati ataupun bidang qt.. dari masukan yang dede dapet adalah, menganjurkan untuk memprioritaskan tentang kenyamanan kerja, baik lingkungan, orang2nya bahkan mungkin pekerjaan itu sndiri..
    but you should try to do your best to be best by ridhoNya insy4W1..😉
    Chayo!!!

    Comment by cutfarathamrin | September 6, 2008 | Reply

  6. uhhmm,,

    curhat ya? hihihi..

    sampai saat ini w belum bisa menghsilkan karya terbaik nih.

    emang kebahagiaan bukan diukur dari berapa banyak harta kita, tapi dari seberapa bermanfaat diri kita untuk orang lain.

    kayak tayangan Kick Andy tadi malam, sangat memberi inspirasi.

    seorang bidan yang mengabdikan dirinya di pedalaman baduy yang rela berjalan selama 6 jam demi mengunjungi para pasiennya di pedalaman hutan Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Banten untuk memberi pelayanan kesehatan pada masyarakat Baduy Dalam dan rela tidak dibayar, kalaupun ada hanya diberi hasil alam.

    ada juga seorang bidan yang mengabdikan diri di daerah Cilincing, Jak-Ut, Melayani pasien di daerah-daerah kawasan miskin, yang kadang tak mampu membayar, dijalani dengan tulus dan senang hati.
    Bahkan rela mngubah mobil pribadinya menjadi Ambulans dan disetirnya sendiri karena tak kunjung mendapatkan bantuan mobil ambulans.

    mereka bekerja dari panggilan hati,,

    lebih lanjut bisa baca di http://www.KickAndy.com

    Comment by dHarto..!! | September 6, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: